Made Nuryadi

Belajar dan Berbagi Seputar Dunia Pendidikan

Media Video Untuk Pembelajaran IPA Kelas 5

Organ Pernapasan dan Organ Pencernaan Manusia

Video merupakan salah satu media yang mampu membantu pembelajaran menjadi lebih efektif di tingkat SD. Bagi siswa yang berkategori visual dan auditory Video cukup membantu membelajarkan mereka, namun menemukan video yang cocok untuk pembelajaran dan sesuai usia anak-anak cendrung menjadi kendala.

Berikut video pembelajaran IPA untuk materi organ pernapasan dan pencernaan manusia kelas V yang sempat saya gunakan dikelas saya. Video ini di download dari  Youtube yang mungkin bisa membantu orang tua dalam mendampingi anak belajar di rumah.

Silahkan gunakan video ini untuk membelajarkan anak di rumah.

A. Organ Pernapasan Manusia

A. Organ Pencernaan Manusia

Untuk mendownload video ini di YOUTUBE, kita dapat menggunakan fasilitas download Savefrom.net (Free Online You Tube Downloader)dengan cara menambahkan “ss” di depan alamat URL youtube

Contoh cara mendownload

Alamat URL (asli):

https://www.youtube.com/watch?v=aky0ehqB_C0

Tambahkan kode ‘ss” di depan kata youtube, menjadi

https://www.ssyoutube.com/watch?v=aky0ehqB_C0

lalu tekan Enter maka akan tampil seperti ini:

Free Donwload

 

 

 

 

 

Selamat men-download video di atas untuk putra/putri anda.

Ayo Bermain Game Pecahan

Game Pecahan Berbasis MS Office Excell.

Refleksi pembelaran 24 Februari 2016.

Game PecahanNuha-20160224-00273Nuha-20160224-00274Game adalah kata yang selalu memberi sugesti positif di benak murid. Game dalam proses pembelajaran selalu di nanti oleh murid-murid di kelas saya.  Mereka akan berteriak “HORE” atau “YES…YES…” ketika mendengar kata “Game”, bahkan istirahat pun mereka berani korbankan ketika proses pembelajaran menggunakan pendekatan dengan game.

Sebagai guru, tugas yang paling berat adalah membelajarkan siswa bagaimana mereka harus belajar (Learn how to Learn). Seringkali seorang guru kurang menyadari hal ini. Guru hanya terperangkap oleh muatan kurikulum, namun lupa bagaimana membimbing siswa agar sadar dan tahu “bagaimana harus belajar”. Media belajar di internet sangatlah berlimpah, namun media itu seringkali kurang disadari siswa sebagai media yang mampu membelajarkan diri mereka. Bahkan, guru seringkali hanya menggunakan metode yang konvensional (ceramah) hanya untuk mengerjar target kurikulum sehingga kelas menjadi “kering” dan membosankan, padahal membuat pembelajaran yang menarik dan menyenangkan merupakan salah satu cara membimbing siswa agar sadar belajar. “Belajar adalah menyenangkan, bukan menjenuhkan dan membosankan” itu harus tertanam dibenak siswa. Gurulah menjadi ujung tombak untuk menciptakan budaya belajar murid-murid.

Guru era baru harus mampu mengakomodir kebutuhan pembelajaran anak era digital, salah satunya adalah dengan pendekatan Game berbasis IT. Membuat Game pembelajaran memang tidaklah mudah, namun seorang guru harus berupaya paling tidak memanfaatkan game yang bisa didownload gratis dari internet. Saya mencoba membuat game sederhana untuk materi pecahan berbasis Microsoft Office Excell untuk kepentingan pembelajaran pengayaan. Game ini sudah saya terapkan sejak tahun 2009 silam. Hemat saya, game ini masih seru untuk dimainkan baik secara individu, kompetesi, maupun kelompok. Apabila anda berminat game ini, silahkan di download gratis pada Link berikut.

Game Pecahan Berbasis MS. Excell

Semoga bermanfaat.

Kumpulan Bahan Ajar Kelas 5 Semester II

Ayo Belajar….!!! Siap UTS

SIAP UN 2015Hari ini Jumat, 19 Februari 2016 saya  melakukan pertemuan dengan orangtua siswa. Pertemuan itu membahas seputar perkembangan hasil belajar siswa. Setiap melakukan pertemuan seperti ini selalu ada hal yang menarik dan unik untuk dibahas. Pada pertemuan kali ini, ada topik yang seringkali mengkerutkan kening orangtua dan guru, topik itu adalah “Sulitnya orangtua mengarahkan anak belajar di rumah” . Topik ini selalu hangat dibahas, dan bahkan menyita banyak waktu. Bagaimana tidak, saya sebagai guru harus mendengar keluhan dan curhatan puluhan orangtua siswa berkaitan dengan topik di atas.

Mengapa orangtua sulit membelajarkan anak di rumah? Dari hasil diskusi saya menunjukkan bahwa hampir rata-rata orangtua sulit membatasi media yang dapat mengganggu konsentrasi (fokus) anak dalam belajar seperti gadget, game, dan TV. Mengapa demikian? Media  memberikan suguhan yang interaktif dan menarik untuk panca indra, sementara buku (bacaan) menuntut panca indra yang aktif, sehingga anak akan lebih tertarik bermain gadget, game atau nonton TV dibanding belajar. Gadget, game dan TV akan menjadi musibah bagi anak bila tidak ada kontrol oleh orangtua. Media ini dapat mestimulus prilaku adiktif (kecanduan), sehingga kontrol dan pembatasan untuk mengakses hal-hal yang dapat menstimulus prilaku adiktif perlu dilakukan oleh orang tua. Semua media baik adanya jika difungsikan dengan benar, misalnya gadget digunakan untuk mencari informasi yang berkaitan dengan pembelajaran di sekolah, namun akan menjadi malapetaka bila hanya digunakan untuk bermain media sosial, game dan lain-lain.

Sebagai guru saya hanya bisa menyarankan kepada orangtua untuk membatasi anak dalam melakukan aktivitas menggunakan media untuk hal-hal yang tidak penting. Hadirnya teknologi canggih tidak bisa dibendung, pembatasan dan kontrol menjadi kunci utama untuk membantu anak agar tetap bisa fokus dalam belajar. Gunakan teknologi sebagai media belajar, bukan hanya sebagai media bermain. Guru juga harus mampu mengakomodir media belajar berbasis teknologi. Membelajarkan anak dirumah tidaklah sulit, asalkan orangtua punya komitmen untuk membantu mengarahkan, mendampingi dan mengontrol pola/prilaku belajar anak. Orangtua harus dapat menjadi contoh pembelajar bagi anak-anak, bukan hanya penikmat media.

Bagaimana mungkin Anda (ortu) bisa menyuruh anak belajar, sementara Anda sedang nonton? atau Bagaimana mungkin anak anda bisa dilarang bermain gadget, bila Anda menunjukkan gadget sebagai sahabat sejatinya. Tentunya, komitmen Anda untuk menjadi model adalah kunci utama membelajarkan anak di Rumah. 

Pada kesempatan kali ini, saya  merilis beberapa media belajar yang bisa digunakan orangtua untuk membantu anak dalam mempersiapkan diri mengahadapi Ulangan Tengah Semester. Silahkan download pada link berikut:

Matematika

  1. Multimedia Penjumlahan dan Pengurangan Pecahan
  2. Multimedia Perkalian dan pembagian pecahan

IPA

  1. Gaya dan Gerak Benda
  2. Gaya pptx
  3. Rangkuman Materi pesawat sederhana
  4. Presentasi pesawat sederhana

IPS

  1. PERSIAPAN KEMERDEKAAN
  2. PENJAJAHAN BELANDA

PKN

  1. PP Lp1
  2. prinsip organisasi

Demikian beberapa materi dan bahan ajar yang bisa digunakan untuk belajar persiapan UTS. Semoga Bermanfaat.

Mengetahui adalah Proses, bukan Produk.

IMG_0570IMG_0568IMG_0569IMG_0567IMG_0565IMG_0566Sungguh,  waktu untuk  menulis dan berbagai di blog  sangat minim  ditengah kesibukan yang padat seperti sekarang ini. Setelah hampir ± 6 bulan tidak memposting cerita singkat refleksi pembelajaran di kelas, akhirnya  terwujud kembali.

Entah dari mana energi yang menyulut diri. Hari ini rasanya ingin menulis walaupun singkat tentang refleksi pembelajaran yang baru saja terlewati. Semoga tulisan singkat dan gaya penulisan yang rada amburadul  ini dapat memberi manfaat dan memotivasi, minimal bagi murid-murid di kelasku.

Semangat baru hari ini, selasa 27 oktober 2015 mengantarkanku kepada sebuah tugas rutinitas sebagai guru yaitu mengajar. Kegiatan yang selalu menantang dan selalu bikin penasaran. Kelas sesungguhnya ruang untuk memerdekakan diri. Di ruang kelas saya bisa berekspresi dan bereksplorasi bersama murid-murid. Seringkali saya harus bercibaku membimbing mereka (anak-anak bintang) yang memilki impian besar.  Emmm…mereka ingin ‘mengubah dunia sama sekali baru dari sebelumnya’.

Mimpi yang luar biasa dari anak-anak bintang! Mungkin Anda juga punya mimpi sehebat mimpi mereka.

Menjadi guru yang dapat diterima murid- murid harus banyak belajar. Saya sadar, menjadi guru yang mampu menghantarkan mereka menggapai impian besar bukanlah semudah melepas balon gas (asal di lepas dari tangan, pasti terbang), itu butuh usaha dan kerja keras.

Ternyata, menjadi guru yang dapat menyenangkan hati murid-murid harus berani melawan zona nyaman diri, namun sungguh membahagiakan bila dijalani dengan hati.

Mengajar adalah seni bagi yang menikmati.  Hari ini terasa nikmat sekali!

Murid-murid sangat antusias melaksanakan metode yang coba saya ramu di kelas pada pembelajaran IPA tentang Tumbuhan hijau. Judul aktivitas pelajaran kali ini ‘What did you know?’, ‘apa yang kamu ketahui? kurang lebih begitu artinya. Aktivitas ini merupakan kegiatan pembelajaran pengayaan. Mereka (murid-murid) merangkum materi yang telah dipelajari selama dua pekan terakhir. Bagaimana bentuk rangkumannya? Apakah seperti sekolah saya jaman dulu, yaitu di suruh menulis sampai mata lemot dan tangan pegel-pegel oleh guru. Tentu tidak, kegiatannya sedikit lebih asyik karena mengakomodir gaya belajar siswa dengan kegiatan yang ‘ramah otak’

Emm…, Metode ini terbilang  metode lama tapi diramu dalam bentuk lain.  Metode yang digunakan dalam aktivitas ini adalah Cooperative  Learning (CL) dengan pendekatan “Mind Mapping”. Cooperative  Learning (CL) adalah sebuah strategi pembelajaran yang menggunakan pendekatan kerjasama. Berdasarkan teori bahwa siswa akan mudah menemukan, memahami dan mengasosiasikan  konsep yang sulit bila mereka membicarakan satu dengan yang lain. Singkatnya, CL diterapkan dalam aktivitas ini agar murid-murid saling mengiangatkan konsep yang sudah dipelajari satu sama lain, sedangkan  Mind Mapping diterapkan sebagai salah satu metode merangkum atau menyajikan konsep yang sudah dipelajari dalam bentuk diagram/skema. Baca lebih lanjut

Soal LATIHAN UN MATEMATIKA SD 2015

SIAP UN 2015Apa kabar adik-adik SD kelas 6.  Ujian Nasional sudah di depan mata, bukan? Tentu kalian lagi menyibukkan diri belajar untuk persiapan UN. Di tahun 2015 UN memang bukan menjadi satu-satunya penentu kelulusan. Walapun demikian, kalian juga harus tetap sukses dalam ujian agar bisa membanggakan orang tua. Berikut ada beberapa soal Latihan Persiapan UN 2015 yang bisa saya bagikan. Silahkan download pada link berikut:

 

  1. Latihan Persiapan UN-1 2015
  2. Latihan Persiapan UN-2 2015
  3. Latihan Persiapan UN-3 2015
  4. Latihan Persiapan UN-4 2015
  5. Latihan Persiapan UN-5 2015
  6. Latihan Persiapan UN-6 2015

Semoga adik-adik dapat terbantu dengan soal-soal latihan ini. Ayo semangat, Kalian Pasti Bisa…

Salam

 

Ahli Geologi Masuk Kelas

4135Selasa, 5 Mei 2015 adalah salah satu momen penting bagi kelas 5B. Wajah yang penuh antusias menanti seorang Volunteer Teacher yaitu ‘Bu Selvi’. Beliau adalah salah satu karyawan PT vale yang memiliki keahlian di bidang Geologi.  Mengapa ahli geologi harus masuk kelas? Apakah Program ini adalah program ‘Vale Mengajar’?. Ibu Selvi masuk kelas untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang batuan dan tanah yang ada dilingkungan Soroako. Program ini bukan program ‘Vale Mengajar’, tetapi hanya inisiatif guru untuk mendatangkan ahli agar pembelajaran lebih kontekstual dan bermakna bagi siswa.

Semangat dan antusias ditunjukkan oleh wajah-wajah polos murid-murid kelas 5B. Berbagai media di siapkan Ibu Selvi seperti contoh jenis-jenis batuan hasil pengeboran, video dan papan display yang dapat menambah rasa penasaran murid-murid.

“Ibu ini gayanya cukup menyakinkan juga” Kataku dalam hati. Murid-murid juga berbisik satu dengan yang lain seakan-akan berkata, “Ibu ini mau menjelaskan jenis-jenis batu Akik ya, atau jenis-jenis batuan sesuai pelajaran yang sudah aku pelajari dari Pak Made”. Tingkah laku mereka gelisah dan tidak sabar untuk segera ingin mengamati jenis-jenis batuan yang di bawa sang guru baru. Mereka adalah anak-anak yang haus pengetahuan dan harus kita difasilitasi. Baca lebih lanjut

Pembelajaran di SD Harusnya “activity Base”, Bukan “Paper Base”

tumpukan kertasFilosofi pembelajaran di SD itu harus berbasis aktivitas (activity base), bukan berbasis kertas-kertas kerja seperti worsheet dan test (paper base). Mengapa? Karena cara berpikir anak-anak SD masih operasional kongkret, dan cara belajar mereka cendrung kinestetik. Maka metode yang harus dikembangkan di SD seharusnya berbasis proyek, berbasis masalah  dan berbasis lingkungan kontekstual. Di Kelas 5B tempat saya mengajar, saya mencoba mengembangkan konsep ini, sehingga paperless  dan nilai-nilai/karakter terinduksi secara langsung dalam aktivitas. Hemat saya, anak-anak belajar lebih enjoy, tidak berorientasi pada nilai saja, tetapi lebih kepada tangungjawab belajar secara holistik (menyeluruh).

Anak-anak di Indonesia seringkali stres, tidak peduli, bahkan acuh tak acuh terhadap tugas belajar mereka, mungkin karena dunia belajar mereka dipaksakan seperti dunia belajar orang dewasa, setiap hari kerja worksheet, PR, dan tugas-tugas yang menumpuk. Tugas boleh saja ada asalkan, menyenangkan, porsinya tepat  dan dekat dengan dunia mereka seperti tugas-tugas proyek yang melibatkan kegiatan pengamatan, observasi, diskusi, dan sosialisasi, bukan tumpukan soal-soal dan kertas kerja. Worksheet bukanlah hal yang dilarang dalam dunia pendidikan. Worksheet yang benar adalah worksheet yang memuat langkah-langkah/prosedur kerja untuk mengarahkan anak-anak melakukan sesuatu, bukan berisi soal-soal seperti layaknya lembaran test.

Baca lebih lanjut

PENDEKATAN BARU BELAJAR IPS 

Refleksi Pembelajaran, 9 April 2015

By Made Nuryadi

Setelah Kurikulum 2013 di kembalikan ke KTSP, pola pendekatan belajar menjadi berubah. Pada K-13 menggunakan pendekatan tematik integratif, yaitu pendekatan yang pemisahan antara mata pelajaran tidak begitu jelas. Keutuhan konsep secara holistik menjadi fokus utama dari pendekatan ini, sehingga setiap aktivitas yang dilakukan didekati oleh berbagai mata pelajaran.

Mempertahankan kreativitas pembelajaran seperti pada K-13 menjadi tantangan disaat pendekatan kembali kepada pendekatan mata pelajaran.  Jangan sampai pendekatan berbasis aktivitas (activity base) berubah menjadi berbasis kertas dan lembar soal (paper base).  Pembelajaran di SD yang Paper Based sesungguhnya menyalahi filosofi pendidikan di SD. Mengapa? Tahapan perkembangan anak-anak di SD masih pada tahap berpikir konkret dan cendrung kinestetik. Pembelajaran yang hanya disuguhi oleh kertas-kertas kerja (soal) tentu akan terjadi pemberontakan dalam diri murid, akibatnya adalah timbulnya kebosanan, kemalasan, dan sikap acuh tak acuh dalam belajar. Disamping itu pendekatan ‘Paper Based’ sesungguhnya membunuh kreatifitas dan imajinasi anak. Terbunuhnya kreativitas anak akan menghantarkan anak menjadi pribadi yang reaktif bukan proaktif.
IMG_1382

IMG_1386IMG_1395IMG_1391Hmmmm…….Pembelajaran yang paling ngeri yang pernah saya alami di bangku sekolah yaitu  Pembelajaran IPS. Ngeri…!!! Itu mungkin kata yang berlebihan untuk mengungkapkan perasaanku. Kengerian itu diakibatkan karena Belajar IPS membuat otak stress dan panas, bahkan ubun-ubun nyaris terbakar karena belajarnya identik dengan kegiatan mengahafal sejarah yang  menurutku kurang penting kala itu.

Sebagai seorang guru yang pernah mengalami pengalaman pahit belajar IPS di bangku sekolah, aku tidak ingin muridku mengalami hal serupa. Ku coba untuk mencari cara untuk mengubah kebiasaan dan paradigma belajar IPS ini. Buku tentang Ilmu hipnoteaching yang pernah kupelajari ternyata bermanfaat untuk menjawab tantangan ini. Kuncinya yaitu pada sugestinya. Sugesti bisa berupa kata-kata ataupun aktivitas. Aku harus berhasil.

Kutanamkan sugesti ini di benak mereka “membaca buku IPS ibarat membaca buku Novel”, mudah-mudahan ini berhasil.

“Mengapa sebuah Novel selalu menarik untuk dibaca, walaupun jumlah halamannya tebal, pikirku.

Ternyata oh ternyata….Novel selalu menarik untuk dibaca karena terdapat tokoh cerita, latar, alur dan perwatakan yang jelas yang membuat sesorang menjadi tersugesti untuk menyelami ceritanya.

Oooo…Buku IPS sepertinya bisa dibuat seperti itu, bukan?. Aku akan coba menerapkannya dalam pembelajaran IPS, lebih-lebih topik kali ini kebanyakan tentang cerita sejarah.  Murid-murid kutantang untuk  menhadirkan dalam benaknya sebagai sebuah cerita yang bermakna yang memuat siapa tokoh sejarahnya, kapan terjadinya, latarnya bagaimana, mengapa terjadi, dan apa nilai-nilai yang dapat dipetik dari kisah tersebut. Baca lebih lanjut

Tidak Harus Mall, Pasar Pun Jadi!

Refleksi Pembelajaran 29 Jan 2015

SD YPS Singkole IMG_0960Kurikulum 2013AsyikIMG_0965IMG_0972, dan menyenangkan! Itulah ungkapan yang bisa di gambarkan dari Pembelajaran Berbasis Proyek (PBL) berkaitan dengan materi aktivitas dan kehidupan ekonomi masyarakat di Pasar F Magani  (Pasar F Sorowako). Pasar yang biasanya dikunjungi murid-murid bersama orang tua untuk membeli makanan, minuman dan mainan menjadi kegiatan pembelajaran. Apa yang mereka lakukan? Kegiatan yang dilakukan di pasar adalah mewawancarai penjual mengenai usaha dagang yang dilakukan. Di samping itu pula murid-murid mencari informasi tentang kegiatan ekonomi apa saja yang dilakukan selain berdagang untuk mememenuhi kehidupan keluarga. Maklum di Sorowako harga-harga selangit, dan banyak masyarakat kecil yang menjerit. Kontrol harga dari pemerintah daerah tidak ada. BBM turun harga tetap tinggi. Susah….miris melihatnya….

Tujuan dari pembelajaran ini adalah untuk membangun pengetahuan murid melalui media lingkungan sekitar, memberikan pengalaman secara langsung untuk membuka pola pikir anak tentang kehidupan  ekonomi masyarakat pedagang.

Apa yang dinilai pada kegiatan ini? Pengetahuan tentang aktivitas ekonomi, dan usaha ekonomi masyarakat pedagang. Keterampilan berkomunikasi  di asah. Sikap sopan, santun, kerjasama dan tanggungjawab menjadi salah satu penilaian. Inilah yang di sebut penilaian terintegrasi antara aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan. Melalui pembelajaran Proyek, guru bisa melihat secara jelas potensi anak. Guru tidak lagi memberikan penilaian sebatas kognitif saja, semua aspek penilaian bisa teramati secara jelas. Penilaian di kelas cendrung penilaian ‘persepsi’ bukan Otentik. Label ke anak sangat mempengaruhi penilaian, padahal anak berubah seiring perjalanan waktu.

Aktivitas pembelajaran proyek selalu menyenangkan dan asyik bagi anak-anak. Pertanyaannya, mengapa banyak guru enggan melakukan? apakah guru takut lebih repot? entahlah…..yang pasti berikan aktivitas yang menarik dalam pembelajaran anda untuk membangun “trust” ANDA sebagai guru.

Yang di tunggu murid ANDA setiap hari bukan mendengarkan anda berceramah di kelas , melainkan aktivitas yang kontruktif untuk membangun pengetahuan mereka secara mandiri. Ayo para Guru Berubahlah….!!!!

Mereka Tampil Beda.

Bedah ikan -1

Bedah ikan -6

Bedah ikan -5Bedah ikan -3Jijik, mual dan amis Bedah ikan -2begitulah komentar beberapa anak. Bagimana tidak, anak yang hanya tahu bahwa ikan itu enak bila dicampur bumbu, sekarang harus bermain dengan ikan mentah yang baunya agak amis dan tidak sedap. Banyak anak mulanya jijik tidak mau memegang ikan tersebut walaupun sudah memakai kaos tangan. Setelah ditanya, “Nak kok gak dipegang ikannya, bagaimana  caranya mengamati anotominya?”, jawab beberapa anak, “jijik Pak”. Lalu aku terus bertanya, “bukankah sering kamu makan?”, “ia Pak, tapi jijik”. Kok bisa, kataku? Di rumah gak pernah pegang pak (sahut beberapa anak).

Hmmm…aku memegang jidat, serta merasa keheranan. Mereka sering makan dalam bentuk masakan, namun ternyata sampai umur 11 tahun masih ada juga yang belum pernah mengamati anotomi ikan. Ini momen luar biasa, pikirku! aku harus mengajarkan ke mereka bagaimana melawan kebiasaan manja mereka di rumah. Keingintahuan mereka sangat besar, tapi seringkali dibendung oleh orang tua dengan alasan ‘sayang’.  Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.362 pengikut lainnya