Made Nuryadi

Belajar dan Berbagi Seputar Dunia Pendidikan

“”Teach Less Learn More” Hanya Slogan… Kemampuan “Problem Solving” Siswa merosot

Problem SolvingPembelajaran masa kini menuntut bagaimana anak didik mampu mengembangkan dan mengeksplorasi skill/keterampilannnya di dalam pembelajaran, intinya adalah bagaimana siswa belajar, bukan bagaimana guru mengajar. Pergeseran paradigma MENGAJAR ke BELAJAR menuntut kreatifitas dan profesionalisme guru yang tinggi untuk menyiapkan berbagai strategi dan metode yang bervariasi yang dapat memenuhi setiap gaya belajar siswa.

Kurikulum sekolah yang kaku penerapannya seringkali menstimulus guru untuk memberikan “RACUN” kepada peserta didiknya, betapa tidak guru mengajar untuk memenuhi target kurikulum bukan kebutuhan pencapai kompetensi siswa. Seringkali guru berfokus pada penyelesaian materi yang dituntut kurikulum sekolah sehingga banyak guru menurunkan standar pengajaran dan soal untuk penilaian agar anak bisa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan, bahkan memberikan rangkuman atau contoh-contoh soal yang nyaris mirip dengan apa yang akan diujikan. Prilaku dan praktek-praktek pendidikan yang berorientasi pada nilai dan bukan proses akan mengarahkan siswa untuk menjadi reaktif, pasif, cuek dan masa bodoh.

Kebutuhan manusia yang semakin kompleks dan persaingan hidup yang semakin keras menuntut seseorang (siswa) menjadi “Problem Solver” yang baik untuk mempersiapkan diri menjadi kompetitor bukan hanya sebagai penonton. Untuk itu, sekolah, guru dan orang tua wajib membekali anak agar memiliki skill dan keterampilan pemecahan masalah yang baik. Bagaimana caranya? tentu ini harus dimulai dari lingkungan keluarga dengan orang tua sebagai pelopornya. Sekolah sebagai wadah pembentukan karakter siswa harus menyadari bahwa kebutuhan pendidikan era sekarang ini bukan hanya ingin menunjukkan nilai baik di atas kertas (tetapi faktanya anak “memble” dan berkarakter buruk) melainkan menyiapkan skill atau keterampilan yang dimiliki siswa agar mereka mampu menghadapi tantangan hidup dimasa mendatang, Oleh karena itu sekolah harus mengubah konsep pendidikannya yang berorientasi pada “PROSES” bukan pada nilai atau bahkan nilai fiktif untuk menyenangkan hati orang tua atau masyarakat. Guru sebagai pendidik harusnya sadar dan mampu menggunakan metode pengajaran yang mampu membekali siswa memiliki keterampilan berpikir tingkat tinggi dan mampu memecahkan masalah-masalah yang kompleks dalam pengajaran. Guru harus menghentikan “PRAKTEK” menyederhanakan pembelajaran hanya untuk mencapai target pencapaian KKM.

Sebagai guru matematika yang sudah mengajar hampir 10 tahun, saya mau menyampaikan bahwa salah satu masalah yang hadapi  siswa dalam belajar matematika adalah menyelesaikan soal yang menuntut kemampuan berpikir tingkat tinggi misalnya menyelesaikan masalah matematika yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari (soal cerita), hal ini suatu kewajaran karena soal cerita membutuhkan analisa bahasa yang tepat disamping analisa matematikanya. Namun, bukan sesuatu yang sulit apabila anda ingin menyelesaikan masalah matematika dalam bentuk soal cerita (word problem), ada beberapa tips singkat yang dapat dipedomani agar anda bisa menjadi seorang “Problem Solver yang baik dalam matematika ”

Yakinkan Bahwa Diri Anda Memahami Soal/Masalah

          Kebanyakan  siswa hanya tahu membaca soal tetapi tidak memahami makna soal/masalah yang ada. Oleh karena itu yakinkan diri anda memahami masalah yang sebenarnya  dengan membaca penuh hati-hati soal yang ada, bila dibutuhkan  baca soal dua sampai tiga kali.

Apabila anda belum memahami soal, jangan coba-coba memberi solusi soal, cobalah:

  1. Bertanya kepada seseorang yang lebih memahami(teman sebaya, kakak, orang tua, maupun guru)
  2. Menuliskan masalah tersebut dengan bahasa anda sendiri, kemudian berikanlah ke seseorang yang lebih memahami mengenai tulisan anda dalam membahasakan soal tersebut.

Jangan Takut Membuat Kesalahan

          Salah satu hambatan seseorang untuk menjadi “Good Problem Solver” (penyelesai masalah matematika yang baik) adalah Takut untuk membuat kesalahan. “Bukankah belajar dari kesalahan itu yang paling penting?”, untuk itu jangan takut salah, tapi catatlah dimana kesalahan anda dan jangan membuat kesalahan yang sama untuk langkah berikutnya. Coba terus!, buatlah kesalahan, kemudian carilah cara lain untuk menyelesaikan soal/masalah tersebut.

Jangan Mudah Frustasi

          Saya tahu mudah untuk mengatakan, tetapi pemecahan masalah adalah sesuatu yang membutuhkan kemampuan untuk berpikir logis dan sistematis serta daya nalar yang kuat. Jangan takut dan kawatir berlebihan,  anda bisa melakukannya, karena semua potensi itu ada dalam diri anda, asalkan anda yakin dan selalu mencobanya. Coba terus! Coba terus…!!!

Buatlah Diagaram Atau Sketsa Untuk Mempermudah Memahami Masalahnya.

          Ini merupakan salah satu langkah awal yang baik untuk menyelesaikan soal cerita.

Mualailah dari  bagian yang paling mudah atau buatlah masalahnya menjadi lebih sederhana.

          Kadangkala banyak soal yang kelihatannya rumit tetapi sebenarnya masalahnya sangat sederhana ketika kita memahami betul masalah yang sebenarnya, untuk itu menyederhanakan sebuah masalah menjadi suatu hal yang sangat penting dalam pemecahan masalah.

Periksa Jawaban Anda

          Jangan pernah cepat puas dengan jawaban anda, tetapi berusalah untuk mengecek kembali jawaban anda, apakah jawaban yang anda berikan logis dan masuk akal.

Mari Latih pikiran Anda karena kemampuan pikiran Anda lebih DASYAT dari  yang anda duga…

Terima Kasih, semoga bermanfaat 

2 Komentar

  1. Vilia Agustina

    Artikel yang bagus pak. Saya juga guru matematika yang baru mengajar SMP kurang lebih 5 tahun. Selama ini memang seperti itu yang saya rasakan, mengajar lebih karena diburu target penyelesaian materi dan kkm. Saya setuju bila guru mengajar harus lebih berdasarkan pencapaian kompetensi, bukan karena sekedar ketuntasan materi. Hal yang menjadi tantangan di lapangan adalah bagaimana mengajar yg efektif dan efisien sehingga prosesnya baik dan tujuan akhir tercapai. Guru memang harus mencari cara agar pembelajaran sukses mencapai tujuan baik di masa sekarang dan yang akan datang. Sudikah bapak membagi cara/strategi mengajar yang tepat untuk mengajar matematika?, mengingat sudah hampir menjelang akhir semester I namun materi yang saya ajarkan belum mencapai 1 bab.

    Tips untuk menjadi good problem solver nya sangat menarik dan jitu, izin share untuk anak2 didik saya ya pak. Terima kasih.🙂
    Keep spirit, learning agents!.🙂

    Suka

    • Terima Kasih atas komennya dan sudah mengikuti blog saya. Semoga bisa membantu mencerdaskan anak bangsa. “Bangsa yang besar, bukan karena kekayaan minyak, tambang dan alamnnya. Namun lebih karena SDM nya”. Kapan ya Indonesia menjadi bangsa yang Besar, mandiri dan bermartabat….??????????

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s