Made Nuryadi

Belajar dan Berbagi Seputar Dunia Pendidikan

APLIKASI TEORI BRUNER DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI TINGKAT SD

Menentukan Rumus Luas Daerah Persegi Panjang Dan Luas Segitiga Dengan Model Pembelajaran Penemuan Terbimbing.

 by Nuryadi, S.Pd, M.Pd

Pendahuluan

Upaya untuk meningkatkan kemampuan siswa tentu melibatkan beberapa faktor, diantaranya adalah kurikulum dan metode pembelajaran yang merupakan komponen vital yang dapat membuat proses pembelajaran  berlangsung secara efektif dan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Salah satu ciri dari pembelajaran matematika masa kini adalah penyajiannya didasarkan pada teori psikologi pembelajaran yang pada saat ini sedang populer dibicarakan oleh para pakar pendidikan.

Banyak teori belajar yang telah diadopsi oleh ahli pendidikan untuk mendesain  pelaksanaan pembelajaran, diantaranya adalah teori belajar behaviorisme yang memandang bahwa tingkah laku merupakan objek penting dalam belajar seperti yang dikembangkan oleh beberapa ahli psikologi  yaitu Thonrdike, Ivan Pavlov dan B.F.Skiner, juga teori belajar kognitif yang dikemukakan oleh Piaget, Brunner, Gagne dll, yang menekankan pada aspek kognitif dengan memperhatikan tahap perkembangan si pembelajar. Teori belajar kognitif telah banyak dikembangkan oleh para ahli pendidikan untuk  mendesain strategi, model  dan pendekatan pembelajaran.

Pada pelajaran matematika, teori belajar yang menekankan pada aspek kognitif akhir-akhir ini sangat banyak dikembangkan seiring dengan munculnya pandangan  konstruktivisme dalam pembelajaran,  Seperti model pembelajaran penemuan (discovery learning) yang dikembangkan oleh Brunner dimana Siswa belajar melalui keterlibatan aktif dengan konsep-konsep dan prinsip-prinsip, dan guru mendorong siswa untuk mendapatkan pengalaman dengan melakukan kegiatan yang memungkinkan mereka menemukan konsep dan prinsip untuk diri mereka sendiri.

Begitu pentingnya pengetahuan teori belajar matematika dalam sistim penyampaian materi di kelas, sehingga setiap metode pengajaran harus selalu disesuaikan dengan teori belajar yang dikemukakan oleh ahli pendidikan. Tidak hanya tingkat kedalaman konsep yang diberikan pada siswa tetapi harus disesuaikan dengan tingkat kemampuannya, cara penyampaian materi pun demikian pula. Guru harus mengetahui tingkat perkembangan mental siswa dan bagaimana pengajaran yang harus dilakukan sesuai dengan tahap-tahap yang benar. Dalam tulisan ini akan dipaparkan satu satu aplikasi teori pembelajaran kognitif yang dikembangkan oleh J. Brunner dalam pembelajaran matematika tingkat SD

Teori Belajar Menurut J.Bruner

Bruner sebagai salah satu ahli psikologi dan pemikir  mengembangkan sebuah teori belajar yang berlandaskan pandangan konstruktivisme  dan sangat berkaitan dengan teori belajar kognitif. Teori kontrukstivis Brunner telah dipengaruhi oleh penelitian-penelitian tentang teori kognitif yang dikemukakan oleh Jean Piaget dan Lev Vigotsky sebelum, teori ini mempercayai bahwa peserta didik dapat membangun atau mengkonstruksi konsep-konsep atau ide-ide baru dari pengetahuan yang sudah dia miliki. Proses belajar menjadi sangat aktif dan melibatkan transpormasi informasi, menurunkan makna dari pengalaman, membentuk hipotesis dan mengambil keputusan. Dalam teori ini peserta didik dianggap sebagai pencipta dan pemikir  dengan menggunakan informasi yang ada untuk menemukan konsep dan pengalaman baru dalam belajar.

Dalam pengajaran disekolah, Brunner mengajukan bahwa dalam pembelajaran hendaknya mencakup:

a)   Pengalaman-pengalaman optimal untuk mau dan dapat belajar.

b)   Pensturkturasi pengetahuan untuk pemahaman optimal

Dalam penyajian materi ada 3 tahapan penting yang harus diperhatikan dalam mengaplikasikan teori ini yaitu:

a)   Tahapan Enaktif:  Pengetahuan sebagian besar dalam bentuk respon motorik, siswa  dapat lebih baik menunjukkan pekerjaan pisik ketimbang  mendeskripsikan secara tepat tugas yang sama, dalam hal ini peserta masih membutuhkan benda konkret dari sesuatu.

b)   Tahapan Ikonik: Pengetahuan sebagian besar dibangun dari gambar-gambar visual untuk membentuk informasi baru, cara penyajian ikonik didasarkan atas pikiran internal, pengetahuan disajikan oleh sekumpulan gambar-gambar yang mewakili suatu konsep, tetapi tidak mendefinisikan sepenuhnya konsep itu.

c)    Tahapan simbolik: Pada tahap ini pengetahuan sudah di bangun dengan menggunakan simbol-simbol matematika dan bahasa. Penyajian simbolik dibuktikan oleh kemauan seseorang lebih memperhatikan preposisi/ pernyataan daripada obyek-obyek yeng memberikan struktur hirarkis pada konsep-konsep an kemungkinan alternative dalam suatu cara kombinatorial

Tulisan  Lengkap Unduh di Sini!

(APLIKASI TEORI BRUNER DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DI TINGKAT SD)

1 Komentar

  1. terimakasih
    ini dapat membantu…. smoga tulisannya semakin luas khususnya tentang pendidikan

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s