Made Nuryadi

Belajar dan Berbagi Seputar Dunia Pendidikan

Mengajarkan Anak TK CALISTUNG itu “MUSIBAH BESAR”

Dunia anak usia dini hanya BERMAIN, BERMAIN, dan BERMAIN

BermainFenomena pendidikan masa kini di Indonesia, khususnya di Sorowako sangat mengerikan. Mengapa? Sejak usia emas (0-6 tahun) kebahagiaan anak-anak sudah direnggut oleh orang dewasa yakni orang tua yang salah mengasuh dan guru salah mendidik.

Para ahli otak di dunia termasuk di Indonesia seperti Indonesian Neuroscience Society sudah lama melakukan penelitian bahwa  otak anak-anak itu belum berkembang sempurna (matang) hingga dia berusia 20-25 tahun setelah sempurna baru mereka dianggap yg namanya “Dewasa”. Bayangkan!

Otak kita di bagi 3 batang otak (di atas leher), limbik (kepala bagian belakang), dan Pre Frontal Cortex/PFC (kepala bagian depan/di jidat). Perkembangan ketiganya itu pun sesuai dengan  urutan di atas. Jadi PFC itulah yang terakhir berkembang deng n sempurna dan yang menandakan seseorang menjadi dewasa.

Sambungan otak anak-anak itu belum sempurna, otak mereka baru siap menerima hal-hal kognitif pada usia 7-8 thn. Sebelum usia itu, dunia mereka yg pantas adalah hanya BERMAIN, BERMAIN dan BERMAIN

Lalu apa akibatnya kalau masa-masa  usia bermain mereka direnggut untuk belajar hal yg kognitif seperti CALISTUNG (BACA TULIS HITUNG)? Para peneliti otak diseluruh dunia sepakat bahwa PFC seorang anak belum siap untuk dijejalkan hal-hal yg kognitif. Apabila itu dipaksakan maka:

  1. Membuat anak tidak mampu menunjukkan emosi yg tepat.
  2. Kendali emosi (intra personalnya terganggu)
  3. Sulit menunjukkan empati.

Fakta di sekolah umum YPS, banyak guru mengeluh untuk mengorganisir prilaku belajar anak karena anak-anak punya kencendrungan  malas dan bosan belajar bahkan mogok belajar. Mengapa terjadi demikian? Itu terjadi karena otaknya yang terforsir sudah mengalami kelelahan dan fakta paling mengerikan “anak sudah malas mikir”,  lebih-lebih bila diajak mengerjakan tugas sekolah yang lebih berat dan menantang.

Fakta-fakta tersebut hendaknya memberikan refleksi kepada orang tua dan sekolah, bahwa kesalahan mengasuh dan mendidik dimasa keemasan akan berdampak pada pertumbuhan anak yang kurang normal.  Usia emas semestinya kita artikan sebagai masa-masa tumbuh kembang anak yg paling pas untuk kita tanamkan BUDI PEKERTI DAN AKHLAK YG MULIA, bukan dijejali oleh hal-hal kognitif. Slogan TK “Bermain sambil belajar, belajar seraya bemain JANGAN diartikan dengan  BELAJAR CALISTUNG”

Para pembaca yang Budiman  HANYA PERLU WAKTU 3 BULAN untuk melatih seorang anak bisa MATEMATIKA, namun DIPERLUKAN WAKTU LEBIH DARI 15 TAHUN untuk bisa membuat seorang anak mampu berempati,antri,  peduli teman dan lingkungan serta memiliki karakter yang mulia untuk bisa menciptakan kehidupan yang lebih baik

Lalu apa yang seharusnya kita ajarkan pada anak usia (0-7 tahun)?

  1. Jangan dimarahi
  2. Tidak diajarkan membaca, menulis, dan berhitung.
  3. Bermain role play memahami bahasa tubuh, suara dan wajah; berbagi hal yg memberikan pengalaman emosional, field trip, mendengarkan musik, mendengarkan dongeng.
  4. Bahkan, anak usia 0-12 th pengasuhan dan pendidikannya ditujukan untuk membangun emosi yg tepat, empati, mood dan feeling

Jadi, aturan pemerintah tentang usia masuk SD harus minimal 7 tahun, larangan CALISTUNG pada paud dan larangan ujian/tes untuk masuk SD. itu bukan tanpa alasan. Silahkan unduh Surat Edaran Dirjen Mandikdasmen tentang larangan Calistung pada PAUD.  Tentu boleh saja menyelipkan angka dan huruf, tapi tidak belajar membaca dan menulis dan menghitung.

Untuk anak TK “Mudah nangkep dan  ingatannya tajam atau tidak bukanlah ukurannya”.

Tulisan ini merupakan intisari dari berbagai bacaan. Tulisan ini diposting kepada pembaca bukan untuk menyalahkan satu pihak atau menyinggung orang lain. Namun, diposting bermula dari hasil refleksi dan permenungan “sebagai seorang guru” yang di dalam hati selalu bertanya “kenapa anak-anak sekarang mengalami degradasi prilaku, khususnya prilaku malas belajar, malas mikir dan mau serba instant”

Untuk memperkuat isi artikel ini para pembaca dapat menambah wawasan berkaitan dengan artikel “Better late than Early” dan “anak-anak Karbitan” pada link berikut http://rumahinspirasi.com/better-late-than-early/  dan  http://rumahinspirasi.com/anak-anak-karbitan/

Apabila ada yang kurang sependapat tentu bisa diskusikan dengan menulis komentar pada blog ini.

Semoga bermanfaat. Mohon maaf, jika ada yang kurang berkenan.

4 Komentar

  1. terima kasih, belajar dan terus belajar mengenali anak lebih baik….

    Suka

  2. Hargai hak-hak anak, mengajarkan anak calistung sama dengan menzolimi anak, semoga kita semua menyadarinya, artikel yang menarik, terimakasih udah disare, salam kenal ya..

    Suka

  3. Anonim

    Sya sngt setuju dg ini,,krna memang masa” itu adlh msa bermain bkn memaksa kerja otak ank,,sya pn sbgai org tua mersa kasihn dg ank sya krna ini blm wktunya untk dia belajar CALISTUNG.

    Suka

  4. saya sangat setuju atas tulisan ini, tetapi sampai sekarang ini jadi boomerang bagi sekolah tk tempat saya mengajar, karena tidak lancar baca dicap sekolah tidak bermutu, sedangkan perkembangan lainnya dianggap tidak ada nilai nya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s