Made Nuryadi

Belajar dan Berbagi Seputar Dunia Pendidikan

PENGEMBANGAN STRATEGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN

Tinjauan dari Filsafat Kontruktivisme

Nuryadi, S.Pd, M. Pd

sTRATEGI PEMBELAJARAN A.   PENDAHULUAN

Bertahun-tahun telah diupayakan agar matematika dapat dikuasai siswa dengan baik oleh para ahli pendidikan dan ahli pendidikan matematika. Namun, hasilnya masih menunjukkan bahwa tidak banyak siswa yang menyukai matematika dari setiap kelasnya. Meskipun kadang-kadang menjadi suatu kebanggaan bagi guru matematika karena pelajaran yang dipegangnya sangat ‘bergengsi’  sehingga menyebabkan tidak banyak siswa yang dapat lulus dari pelajaran ini.

Kebanggaan yang demikian masih melekat pada sejumlah guru, meskipun tidak ada data yang mendukung pernyataan ini. Kadang-kadang guru matematika masih “enggan” untuk menerima ide-ide atau gagasan pembaharuan dalam pembelajaran matematika. Mereka masih memilih strategi yang telah melekat dalam kurun waktu yang cukup lama sehingga sejalan dengan pengalaman guru mengajar, bahkan telah menjadi suatu keyakinan yang relative sulit untuk dirubah.

Usaha keras telah dilaksananakan melalui berbagai pembaharuan agar matematika yang diajarkan dapat merangsang siswa untuk mencari sendiri, melakukan sendiri, menyelidiki sendiri, melakukan pembuktian terhadap suatu dugaan yang mereka buat sendiri, dan mencari tahu jawaban atas pertanyaan teman atau pertanyyan gurunya. Aktivitas siswa  yang demikian hendaknya tidak selalu bergantung pada gurunya, melainkan hendaknya siswa berkemauan keras mencari sendiri dengan catatan bahwa fasilitas, buku pelajaran, sumber matematika, konteks matematika, dan alat-alat yang mendukung proses investigasi tersebut tersedia atau paling tidak diberikan oleh gurunya, dalam hal ini seorang siswa harus proaktif membangun pemahaman matematikanya sendiri.

Pergeseran paradigma terhadap matematika akhir-akhir ini sudah terjadi hamper disetiap Negara. Dari pandangan yang semula memandang matematika sebagai ilmu pengetahuan yang ‘ketat’ dan ‘terstruktur’ secara rapi (Lakatos, 1976 dalam Turmudi, 2008) ke pandangan bahwa matematika adalah aktivitas kehidupan manusia. Hal ini berpengaruh terhadap cara memperolehnya, yaitu dari penyampaian rumus-rumus, defenisi, aturan, hukum, konsep, prosedur dan algoritma menjadi penyampaian konsep-konsep matematika melalui konteks yang bermakna dan yang berguna bagi siswa.

Pandangan bahwa matematika sebagai aktivitas kehidupan manusia merupakan pandangan baru yang juga didukung oleh pandangan filsafat konstruktivisme sosial yaitu siswa secara aktif membangun pengetahuan dan maknanya dari pengalaman-pengalaman mereka sendiri baik secara individu maupun social, dengan demikian pembelajaran tidak harus berpusat kepada guru, melainkan harus berpusat kepada siswa.

Berdasarkan pandangan filsafat ini, untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa agar siswa menjadi lebih aktif, tentunya berhubungan dengan bagaimana guru membangun sebuah metode dan strategi pembelajaran yang dapat memfasilitasi semua kebutuhan siswa, sehingga pembelajaran menjadi sesuatu yang bermakna. Dalam makalah ini akan disajikan bagaimana pandangan filsafat kontruktivisme, sebagai dasar pengembangan metode pembelajaran matematika yang bermakna bagi siswa.

 Artikel Lengkap Download di pada tautan di bawah ini!

Pengembangan Metode Pembelajaran Matematika Dari Persepektif Filsafat Pendidikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s