Made Nuryadi

Belajar dan Berbagi Seputar Dunia Pendidikan

PENGAJARAN TIMBAL – BALIK. MEMBANTU MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMAHAMI BACAAN BAGI SISWA SD

Solusi meningkatkan kemampuan MENANYA siswa (Kurikulum 2013)

Catatan Refleksi seorang guru

Made Nuryadi

MembacaBuku Siswa SD pada kurikulum 2013 yang muatannya padat dengan informasi kontekstual membutuhkan kemampuan siswa yang baik dalam memahami bacaan. Pengalaman saya dilapangan ketika membelajarkan siswa menggunakan kurikulum 2013 di SD kelas 5 menunjukkan kemampuan pemahaman anak yang cukup rendah dalam memahami bacaan, akibatnya seringkali kegiatan pembelajaran yang menggunakan pendekatan saintifik dengan aktivitas 5M: Mengamati, Menanya, Menalar, Mencoba dan Mengkomunikasikan menjadi terhambat. Sulitnya mengubah paradigma dan cara belajar anak sesuai tuntutan kurikulum 2013 menuntut kerja keras dan kesabaran guru. Guru hendaknya kreatif mencari cara untuk membelajarkan anak. Guru harus sabar mengikuti ritme belajar anak agar mampu memuculkan aktivitas 5M dalam pembelajaran.

Pendekatan tematik terpadu yang digunakan dalam buku siswa, seringkali membuat siswa menjadi bingung karena ringkasan materi dalam buku tertuang dalam bacaan sehingga siswa seringkali bertanya tentang apa yang dipelajari. Siswa kurang menyadari bahwa materi itu memuat informasi kontekstual dalam bacaan yang merupakan cakupan materi yang dipelajari, namun karena kemampuan siswa untuk memahami bacaan yang rendah, mengakibatkan sulitnya menemukan informasi yang bermakna dalam bacaan. Guru juga harus menyadari muatan pendekatan tematik terintegrasi adalah berbasis cerita kontekstual yang bermakna. Guru harus berupaya memahamkan siswa berkaitan informasi bacaan yang ada, bukan hanya sekedar menjawab soal atau aktivitas yang ada dibuku. Kadang-kadang anak diarahkan begitu sibuk memikirkan apa kata tersebut sehingga lupa mengarahkan anak apa makna dari kalimat itu beserta nilai-nilai yang harus diteladani dari informasi bacaan tersebut. Untuk meningkatkan kemampuan membaca anak, penulis mencoba mencari cara untuk memecahkan masalah tersebut. Salah satu cara yang cukup efektif adalah menggunakan pengajaran timbal-balik.

Pengajaran Timbal-Balik

Pengajaran timbal-balik merupakan salah satu contoh pendekatan kontruktivis melalui beberapa kajian riset yang didasarkan pada prinsip-prinsip perumusan pertanyaan. Pendekatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa di Sekolah Dasar dengan melibatkan guru yang bekerja sama dengan kelompok kecil siswa. Pengalaman penulis dilapangan menununjukkan bahwa pendekatan ini sangat relevan dengan tuntutan kurikulum 2013 dengan aktivitas MENANYA yang menjadi salah satu aktivitas pokok pada pendekatan saintifik. Pada awalnya, guru memberikan contoh pertanyaan yang diajukan ke siswa, setelah itu siswa diminta mengantikan peran guru untuk merumuskan pertanyaan satu dengan yang lain. Guru mencontohkan prilaku yang dia inginkan mampu dilakukan sendiri oleh siswa tersebut dan kemudian mengganti perannya sebagai fasilitator dan organisator ketika para siswa tersebut mulai merumuskan pertanyaan-pertanyaan yang sesungguhnya. Untuk memahami lebih detail tentang pembelajaran Timbal Balik, dapat anda lihat pada contoh sederhana berikut.

 Sumber bacaan: Buku Siswa tema 2 sub tema 1 hal 13 Kurikulum 2013

Pengajaran timbal balik

Dari bacaan di atas, guru dapat menggunakan pembelajaran timbal balik dengan memulai memberikan pertanyaan pancingan, amati percakapan berikut.

Guru      : Mengapa air sangat penting bagi petani?

Siswa-1 : Air sangat penting bagi petani karena merupakan sumber daya pokok yang menunjang berlangsungnya kegiatan pertanian.

Guru      : Jawaban yang bagus. Adakah yang mempunyai pertanyaan yang lain berkaitan dengan bacaan tersebut. (siswa dapat di bagi menjadi kelompok kecil untuk merumuskan pertanyaan-pertanyaan)

Siswa-2: Bagaimana cara petani memanfaatkan air tanah untuk irigasi tanaman?

Siswa-3: Menurut saya, mereka dapat menggunakan sumur bor untuk mendapatkan air tanah?

Guru      : Betul, jawaban yang bagus.

Siswa-4: Apa itu sumur bor, Pak Guru?

Guru -5: Guru bisa membantu siswa dengan menunjukkan video tentang pembuatan sumur bor (sumber video bisa diambil dari you tube)

Kegiatan tanya jawab terus dilanjutkan sampai siswa memahami keseluruhan tentang informasi bacaan yang dibacanya. Seringkali, karena keingintahuan siswa yang sangat tinggi pertanyaan menjadi berkembang, misalnya “Pak guru, kalau sawah itu tidak ada pengairannya  hanya tadah hujan, bagaimana cara petani mendapatkan air untuk bertani?”. Atas pertanyaan ini saya mencoba menunjukkan sebuah video kreativitas seorang petani yang membuat kincir air untuk memanfaatkan aliran air sungai bagi pertanian mereka. Siswa diajak berpikir kreatif untuk memecahkan masalah-masalah kehidupan seperti cara petani dalam video tersebut. Nilai-nilai seperti inilah yang menjadi lebih penting dalam pembelajaran di kurikulum 2013. Bacaan yang ada di buku siswa pada kurikulum 2013, memuat fakta kontekstual dan padat dengan muatan nilai-nilai kehidupan. Namun sayangnya, banyak guru masih mengejar kemampuan kognitif belaka dengan terburu-buru mengajak siswa mengerjakan soal latihannya yang ada di buku siswa atau latihan yang dibuatnya sendiri. Siswa di giring untuk menyelesaikan tugas  yang ada, namun jarang dilakukan refleksi bersama untuk memunculkan pesan  dan nilai-nilai dari informasi tersebut.

Dari hasil pengalaman penulis, disamping pembelajaran timbal balik dapat membantu siswa memahami isi bacaan, pendekatan pembelajaran ini juga dapat membantu guru mempermudah menanamkan nilai-nilai dan sikap positif dari informasi yang dipelajari. Membaca merupakan modal awal bagi setiap orang dalam pencarian ilmu pengetahuan. Untuk itu beberapa kegiatan-kegiatan yang disarankan untuk dilakukan dalam kegiatan membaca:

  1. Memikirkan pertanyaan-pertanyaan yang penting yang mungkin diajukan tentang apa yang sedang dibaca, dan memastikan bahwa anda dapat menjawab pertanyaan-pertanyan tersebut.
  2. Meringkas informasi terpenting yang telah dibaca
  3. Memperkirakan apa yang mungkin dibahas penulis berikutnya dalam bacaan tersebut.
  4. Menunjukkan kapan sesuatu tidak jelas dalam bacaan tersebut atau tidak dapat dipahami dan kemudian melihat apakah anda dapat memahaminya.

Dalam memperkenalkan pengajaran timbal balik kepada siswa, kegiatan-kegiatan di atas  hendaknya dilatihkan oleh guru. Peningkatan kemampuan memahami bacaan pada siswa menjadi kebutuhan yang paling utama dalam membelajarkan kurikulum 2013. Untuk itu, sebagai seorang guru mari kita mencari cara yang paling efektif sesuai kondisi siswa kita. Pengalaman sederhana ini hanya sebagai media berbagi, yang mungkin bisa membantu para guru mengatasi masalah pemahaman membaca siswa. Semoga tulisan ini sedikit membantu anda sebagai guru.

Semoga bermanfaat

Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s