Made Nuryadi

Belajar dan Berbagi Seputar Dunia Pendidikan

Model Penemuan Terbimbing

Model Pembelajaran Penemuan (Kurikulum 2013)

Setelah membuka file video rekaman pembelajaran, saya tertarik memposting  video ini. Sedikit penjelasan berkaitan dengan Model Penemuan terbimbing yang saya sadur dari artikel yang dikeluarkan P4TK Matematika untuk memberi penjelasan yang utuh dan memperkuat teori dalam video. Video ini merupakan hasil rekaman pembelajaran yang pernah saya lakukan ketika mengajar di SMP YPS Singkole Tahun 2011. Postingan ini tidak bermaksud untuk mencari sensasi dan pujian, namun niat membangun Negeri melalui “ruang kelas” itulah motivasinya. Semoga Bermanfaat.

Menurut  Jerome  Bruner  (Markaban, 2006),  penemuan adalah  suatu  proses,  suatu  jalan/cara  dalam mendekati  permasalahan  bukannya  suatu  produk  atau item  pengetahuan  tertentu.  Proses  penemuan  dapat  menjadi  kemampuan  umum  melalui  latihan pemecahan masalah  dan  praktek membentuk  dan menguji  hipotesis. Di  dalam  pandangan  Bruner, belajar  dengan  penemuan  adalah  belajar  untuk  menemukan,  dimana  seorang  siswa  dihadapkan dengan  suatu  masalah  atau  situasi  yang  tampaknya  ganjil  sehingga  siswa    dapat  mencari  jalan pemecahan.

Langkah–langkah dalam Penemuan Terbimbing

Agar  pelaksanaan model  penemuan  terbimbing  ini  berjalan  dengan  efektif,  beberapa  langkah yang perlu ditempuh oleh guru matematika adalah sebagai berikut.

  1. Merumuskan masalah  yang  akan  diberikan  kepada  siswa  dengan  data  secukupnya, perumusannya harus jelas, hindari pernyataan yang menimbulkan salah tafsir sehingga arah yang ditempuh siswa tidak salah.
  2. Dari data yang diberikan guru,  siswa menyusun, memproses, mengorganisir, dan menganalisis data    Dalam  hal  ini,  bimbingan  guru  dapat  diberikan  sejauh  yang  diperlukan  saja. Bimbingan  ini  sebaiknya  mengarahkan  siswa  untuk  melangkah  ke  arah  yang  hendak  dituju, melalui pertanyaan-pertanyaan, atau LKS.
  3. Siswa menyusun konjektur (prakiraan) dari hasil analisis yang dilakukannya.
  4. Bila dipandang perlu, konjektur yang telah dibuat siswa tersebut diatas diperiksa oleh guru. Hal ini penting dilakukan untuk meyakinkan kebenaran prakiraan siswa, sehingga akan menuju arah yang hendak dicapai.
  5. Apabila telah  diperoleh  kepastian  tentang  kebenaran  konjektur  tersebut,  maka  verbalisasi konjektur  sebaiknya  diserahkan  juga  kepada  siswa  untuk    Di  samping  itu  perlu diingat pula bahwa induksi tidak menjamin 100% kebenaran konjektur.
  6. Sesudah siswa menemukan apa yang dicari, hendaknya guru menyediakan soal latihan atau soal tambahan untuk memeriksa apakah hasil penemuan itu benar.

Memperhatikan Model Penemuan Terbimbing  tersebut diatas dapat disampaikan kelebihan dan kekurangan yang dimilikinya. Kelebihan dari Model Penemuan Terbimbing adalah sebagai berikut:

  1. Siswa dapat berpartisipasi aktif dalam pembelajaran yang disajikan.
  2. Menumbuhkan sekaligus menanamkan sikap inquiry (mencari-temukan)
  3. Mendukung kemampuan problem solving siswa.
  4. Memberikan wahana interaksi antar siswa, maupun siswa dengan guru, dengan demikian siswa juga terlatih untuk menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
  5. Materi yang  dipelajari  dapat  mencapai  tingkat  kemampuan  yang  tinggi  dan  lebih  lama membekas karena siswa dilibatkan dalam proses menemukanya (Marzano, 1992)

Sementara itu kekurangannya adalah sebagai berikut:

  1. Untuk materi tertentu, waktu yang tersita lebih lama.
  2. Tidak semua  siswa dapat mengikuti pelajaran dengan cara  Di lapangan, beberapa  siswa masih terbiasa dan mudah mengerti dengan model ceramah.
  3. Tidak semua  topik  cocok  disampaikan  dengan  model    Umumnya  topik-topik  yang berhubungan dengan prinsip dapat dikembangkan dengan Model Penemuan Terbimbing.

Artikel Lengkap dapat di unduh di link berikut (Model Penemuan_terbimbing)

(sumber: Markaban,  Pusat Pengembangan dan Penataran Guru Matematika Yogyakarta, 2006)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s