Made Nuryadi

Belajar dan Berbagi Seputar Dunia Pendidikan

Penilaian K-13 Berorientasi Pada Proses, Bukan Hasil Akhir.

Seharusnya Lebih Mudah, Bukan Lebih sulit…

20141021_115215

Membuat rangkai listrik Seri-Parallel

20141020_092835

Alat Penyaring Air Bersih Sederhana

Guru harus berubah! Sekolah harus sadar kebutuhan siswa! Dua hal yang menjadi indikator berhasil atau tidaknya kurikulum 2013. Mengapa? Perubahan filosofi kurikulum khususnya pendekatan pembelajaran dan  penilaian menentukan warna perubahan kurikulum secara teknis di lapangan, perubahan kurikulum tidak akan berdampak apa-apa jika kedua hal ini tidak menunjukkan perubahan yang signifikan. Buku Pedoman Kurikulum 2013 hanya akan menjadi konsep yang usang di atas meja kantor atau meja kepala sekolah, tanpa ada dampak bagi generasi bangsa ini.

 Penilaian yang berorientasi pada hasil akhir seperti ulangan dan tes masih lebih dominan dilakukan, padahal penilaian penilaian K-13 lebih menekankan penilaian proses, bukan saja hasil akhir (kompetensi pengetahuan). Penilaian otentik tidak  hanya mengukur apa yang diketahui oleh peserta didik, tetapi lebih menekankan mengukur apa yang dapat dilakukan oleh peserta didik. Penilaian seperti ini masih dianggap menyulitkan guru dan menyita banyak waktu sehingga seringkali ditinggalkan. Berdasarkan pengalaman saya, justru adanya penekanan penilaian otentik pada K-13 memberi banyak pilihan bagi guru untuk mengukur kompetensi setiap anak. Guru bisa menggunakan waktu penilaian dengan mengkondisikan waktu siswa, sebagai contohnya ketika saya ingin menguji kompetensi siswa mengenai rangkaian seri dan parallel, saya dapat melakukan dua kegiatan secara simultan, siswa yang tidak diuji diarahkan melakukan kegiatan pembelajaran sesuai tuntutan RPP sedangkan siswa yang mau diuji diarahkan untuk menyelesaikan masalah yang di berikan guru. (Berikut videonya, kualitas vedeo kurang baik karena keterbatas alat rekam yang dimiliki)

Ulangan harian dan tes, hanya salah satu pilihan dari berbagai jenis penilaian yang tertuang dalam buku pedoman penilaian oleh pemerintah seperti pada gambar dibawah. Ulangan harian tidaklah membuat suasana genting kalau tidak dilakukan, masih banyak cara yang lain yang lebih valid dan reliabel untuk mengukur kompotensi siswa secara utuh.

Penilaian Otentik K-13

Sumber: Panduan Teknis Penilaian dan Pengisian Rapor di SD, Kemendikbud 2014

Ayo belajar menilai…

Semoga Bermanfaat

2 Komentar

  1. extreme

    k13 sangat keliru dalam penilaian. karena lebih mengutamakan penilaian sikap (penilaian proses). tidak ada jaminan siswa yang bersikap baik pada satu waktu, akan bersikap baik juga pada waktu yang lainnya, sebab sikap seseorang tidak hanya bisa dinilai pada saat kegiatan tertentu saja. pikirkanlah hal itu!

    Suka

  2. Mohon maaf sebelumnya, saya tidak bermaksud untuk berdebat ‘kusir’, hanya sekedar ingin menyampaikan bahwa pemahaman tentang penilaian proses hanya mengutamakan penilaian sikap, itu hal yang sangat keliru. Penilaian proses mengintegrasikan tiga aspek penilaian secara utuh, yaitu sikap, pengetahuan dan keterampilan. Mungkin baik, jika sebelum berkomentar anda mengkaji terlebih dahulu, agar tidak langsung memvonis bahwa K-13 keliru. Namun saya sangat menghargai anda berpendapat, karena berpendapat adalah hak asasi manusia.Terima kasih sudah berkomentar.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s