Made Nuryadi

Belajar dan Berbagi Seputar Dunia Pendidikan

5 Hal Yang Wajib Diketahui Orang Tua Siswa Terkait Kurikulum 2013

Mengedukasi Orang Tua Siswa Tentang K-13 Untuk Membangun Sinergi.

Hari itu, Jumat 31 Oktober 2014, saya mengundang orang tua siswa untuk berdiskusi seputar kurikulum 2013 dan seputar perkembangan belajar anak pertengahan semester. Seperti biasa, orang tua di sekolah kami yang seringkali menyibukkan diri dengan berbagai urusan, menyebabkan pertemuan delay (tertunda) sampai setengah jam karena sedikitnya orang tua yang hadir. Setelah pertemuan beberapa menit berlangsung, beberapa orang tua mulai datang satu persatu sehingga sedikit mengganggu keberlangsungan diskusi. Maklum, kebiasaan seperti datang terlambat bukan kebiasaan yang baru saya temukan sejak menjadi guru di YPS. Seringkali hati kecil bertanya, apakah ini mencerminkan kurang pedulinya orang tua terhadap perkembangan anaknya? Apakah anggapan bahwa mendidik hanya tugas guru dan sekolah? yang pasti ini semua adalah cermin budaya dan masyarakat kita saat ini, kurang peduli adalah salah satu karakter diri yang menjajah bangsa ini, itu juga tercermin di dunia anak sekolah. Dengan hati yang sedikit kurang nyaman, saya mencoba mengambil sisi positif dari semua kejadian yang ada, yang terpenting niat untuk berbagi lewat diskusi untuk membangun sinergi itulah semangatnya. Setelah merefleksikan apa yang terjadi saat itu, saya memaklumkan semuanya dan mencoba menenangkan hati untuk memulai pertemuan dan diskusi dengan 7 orang tua siswa.

Bapak/ibu orang tua siswa dimanapun berada, saya ingin kembali berbagi sedikit tentang kurikulum 2013 yang sudah mulai dimplementasikan sejak 2 tahun yang lalu. Harap maklum, saya bukan pakar kurikulum, saya hanya guru biasa yang juga baru belajar tentang kurikulum 2013. Semenjak diberlakukannya kurikulum 2013 (K-13), ternyata banyak perdebatan dan keluhan dari orang tua, bahkan guru sebagai pelaksana kurikulum. Perubahan kurikulum memberi kesadaran kepada semua pihak, sekolah, guru, dan orang tua untuk sama-sama belajar, berani menerima perubahan karena perubahan adalah sesuatu yang kekal.

Setelah menjelajah berita diberbagai media, saya menemukan berbagai keluh kesah berkaitan dengan perubahan kurikulum, untuk itu saya mencoba mengulas sedikit untuk memberi pencerahan melalui ringkasan slide yang sudah saya gunakan dalam diskusi hari Jumat 31 Oktober 2014 yang lalu.

Perubahan Kurikulum 2013

Slide-1

Sampai saat ini pertanyaan tentang “Mengapa kurikulum dirubah” masih saya temukan. Slide 1 di atas, memberi gambaran bahwa perubahan kurikulum mempunyai tujuan dan arah yang jelas. Perubahan kurikulum tidak terjadi karena hanya ganti menteri (ganti menteri, ganti kurikulum), kurikulum dirubah untuk tujuan jangka panjang, agar generasi kita tidak usang (kutipan wawancara Muh. Nuh). Keusangan generasi bangsa saat ini semakin terasa, negara kita sudah kurang mampu bersaing dengan negara lain, terbukti menyambut Masyarakat Ekonomi Asean (MEA 2015) saja negara kita kurang siap. Tidak dipungkiri lagi dengan di berlakukannya MEA-2015 kita akan menjadi bangsa terjajah di bidang ekonomi, bukan?  Maaf, saya bukan pakar ekonomi, tidak etis rasanya membahas ini secara mendalam. Act Locally Think Globally, inilah salah satu karakter yang ingin dibentuk oleh kurikulum saat ini.   Tentunya karakter ini akan membangkitkan generasi muda yang kreatif untuk menunjang bertumbuh kembangnya “industri kreatif” seperti yang diungkapkan  Presiden kita bapak Jokowi.

Hasil Research TIMSS SCIENCE 2007

Slide-2

Perubahan kurikulum 2013 juga telah dikaji secara mendalam, hasil penelitian di atas menunjukkan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi (high order thinking skils) anak-anak Indonesia sangat rendah jika dibandingkan negara-negara tetangga kita. Saya pernah berada dalam satu forum guru regional di tahun 2009 (Regional Innovative Teacher conference, di Malaysia) saya terkagum-kagum melihat video-video pembelajaran anak-anak Jepang,  Singapura, Malaysia, Korea, dan New Zealand. Pembelajaran mereka sangat kontruktif, menggunakan pendekatan scientific, dan sangat kaya dengan proyek-proyek untuk membangun kemampuan pemecahan masalah. Di saat menonton dan mengamati proyek-proyek pembelajaran mereka, saya termenung dan bertanya dalam hati “kapan ya negara saya menerapkan kurikulum seperti ini?” ternyata hadirnya kurikulum 2013 seakan memberi angina segar bagi saya sebagai guru, karena pendekatannya sudah mengarah kepada system yang diterapkan Negara-negara pada penelitian di atas. Wajarlah  jika negara mereka maju dan berkembang pesat.

Pendekatan Scientifik

slide-3

Filosofi perubahan pada K-13 terletak pada pendekatan yang digunakan. Perubahan pendekatan tersebut berdampak  pada perubahan buku siswa, kegiatan pembelajaran dan sistem penilaian. Pendekatan scientific yang menekankan pembelajaran berbasis aktivitas dengan kegiatan 5M menuntut kesiapan sekolah,  guru, dan orang tua. Sinergi ketiganya akan menetukan berhasil atau tidaknya kurikulum 2013. Sesungguhnya kurikulum hanyalah alat, jika tidak ada sinergi maka kurikulum akan menjadi usang dan hanya menjadi hiasan meja guru dan kepala sekolah.

Buku Siswa K-13

slide-4

Buku siswa kurikulum 2013 di SD menggunakan pendekatan tematik terpadu yaitu konsep jus, bukan konsep rujak, yang artinya bahwa muatan mata pelajaran dalam sudah tidak nampak, sulit dibedakan antara pelajaran Bahasa Indonesia, IPS, PKn, dan IPA. Semuanya teintegrasi yang dibungkus kuat oleh tema, alur pembelajarannnya berbasis cerita bermakna. Buku Siswa K-13 berbasis aktivitas, bukan berbasis materi seperti kurikulum-kurikulum sebelumnya. Hadirnya model buku siswa berbasis aktivitas menuntut kesiapan dan kerjasama orang tua untuk memenuhi kebutuhan materi dari sumber-sumber lain, buku siswa hanyalah sumber minimal yang didalamnya tidak menampilkan materi yang sifatnya informatif, namun harus ditemukan secara kontruktif melalui proses diskusi, menanya, mencoba dan studi pustaka.

Perubahan Pendekatan pada Pembelajaran K-13

slide-5

Perubahan filosofi dari “Mengajar ke Membelajarkan” menjadi hal penting yang harus dilakukan guru. Membelajarkan berarti membantu dan menstimulus siswa melakukan kegiatan pembelajar. Aktivitas membelajarkan akan membawa siswa aktif dan konstruktif, sedangkan aktivitas mengajar akan membawa siswa  pasif dan reaktif karena kecendrungannya memberi/mentransfer informasi sehingga anak hanya banyak menghafal (LOTS) bukan memahami atau menggunakannya dalam memecahkan masalah nyata (HOTS), bandingkan kedua gambar di atas.

Cara menilai K-13

slide-6

Cara menilai

slide-7

Penilaian pada kurikulum 2013 menerapkan model penilaian otentik, yaitu model penilian yang tidak hanya mengukur apa yang diketahui oleh peserta didik, tetapi lebih menekankan mengukur apa yang dapat dilakukan oleh peserta didik. Penilaian otentik tidak menekankan pada paper and pencil test, sehingga jika ulangan harian tidak dilakukan bukalah sesuatu yang membuat suasana jadi “genting”.

Peran orang tua

slide-8

Peran orang tua untuk membantu membelajarkan anak di rumah dinyatakan secara eksplisit di buku siswa, itu mengingatkan bahwa orang tua harus mengambil bagian dalam tercapainya tujuan kurikulum. Banyak orang tua masih menggunakan paradigma lamanya, keberhasilan anak ditentukan oleh sekolah dan gurunya, mungkin itu harus di rubah mulai sekarang. Orang tua mempunyai peran sentral, guru akan “babak belur” di kelas, bila orang tua tidak membantu anak untuk mengakomodir kebutuhan aktivitas pembelajaran yang ada di buku siswa. Tips bagi orang tua untuk membantu membelajarkan anak di rumah dan mengerjakan PR, sudah saya paparkan pada artikel sebelumnya (baca link berikut ini)

Wahai orang tua, aku membutuhkan kerjasamamu! Tunjukkan! Ayo…..ayo….Mari bangun bangsa ini mulai dari Rumah dan Ruang kelas.

Slide lengkap dapat di unduh di Sini! (Pertemuan Orang Tua Siswa (31 Okt 2014)

Semoga Bermanfaat!

2 Komentar

  1. Tulisannya seru dan ilmiah sekali..
    Dua jempol buat Pal Guru!🙂

    Suka

  2. Terima kasih atas komen dan apresiasinya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s