Made Nuryadi

Belajar dan Berbagi Seputar Dunia Pendidikan

Ulangan Lisan Membantu Meningkatkan Keterampilan Komunikasi (K-13).

Refleksi , 10 November 2014

Ulangan Lisan pada K-13 Kemampuan anak  berbicara/ berkomunikasi lisan di kelas saya masih sangat rendah,  anak umumnya kurang percaya diri dalam menyampaikan gagasan atau pendapatnya. Berbagai cara telah saya lakukan 3 bulan belakangan ini, mulai dari meningkatkan pembelajaran menggunakan metode diskusi, presentase di depan kelas,  dan bahkan  ulangan lisan. Perkembangan anak dalam berkomunikasi lisan tidak cukup signifikan, masih menjadi PR besar bagi saya (guru), sekolah dan orang tua. Pendidikan karakter (sikap) yang menjadi salah satu fokus K-13 di SD, mengajak 3 komponen penting pendidikan (sekolah, guru, dan orang tua) harus bersinergi. Sehebat apapun guru di kelas dalam meyediakan kegiatan yang menstimulus pembentukan karakter (sikap yang baik), namun  jika sikap itu juga tidak di teruskan/dibiasakan di rumah, maka bisa dipastikan sikap tersebut akan sulit terbentuk di anak. Pembentukan karakter tidak dapat dilakukan dilingkungan yang parsial, misalnya hanya di kelas saja, atau hanya di rumah saja namun tidak dilakukan di sekolah. Kerjasama antar semua pihak termasuk orang tua menjadi sesuatu hal yang tidak bisa di tawar lagi. Perubahan paradigma dari “beorientasi pada nilai (hasil akhir), ke orientasi pada proses” menjadi syarat mutlak dalam mewujudkan pendidikan karakter.

Ulangan lisan merupakan salah satu metode ulangan yang bisa menjadi pilihan bagi guru pada K-13. Pengalaman di kelas saya, dengan menerapkan metode ulangan lisan dapat membantu meningkatkan keterampilan berkomunikasi lisan pada anak.  Tidak dapat dipungkiri bahwa ulangan lisan membutuhkan lebih banyak waktu dan persiapan. Hasil analisis menunjukkan nilai ulangan lisan yang diperoleh anak juga tidak lebih baik dari ujian tertulis (bahkan kadang lebih buruk), hal ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya adalah kemampuan berkomunikasi lisan dan kepercayaan diri anak yang masih rendah. Namun karena kurikulum menuntut peningkatan yang bukan hanya pada kompetensi pengetahuan, maka ulangan lisan menjadi salah satu pilihan yang sebaiknya di lakukan oleh guru.

Berikut beberapa hal penting yang harus dilakukan guru dalam melaksanakan ujian lisan:

  • Analisis kebutuhan ulangan, seperti Kompetensi Dasar (KD) dan indikator yang akan diujikan.
  • Buat soal ulangan lisan sesuai dengan KD dan indikator yang akan diujikan. Upayakan membuat variasi soal (minimal 5 variasi) agar setiap siswa dalam kelompok  mendapat soal yang berbeda. Sebaiknya variasi soal selevel yaitu kelompok soal yang dibuat tingkat kesulitannya relatif sama.
  • Buatlah kunci jawaban dan sistem penskoran untuk membantu anda menentukan skor yang diperoleh siswa berkaitan dengan jawaban lisan yang diberikan.
  • Lakukan penilaian yang transparan terhadap hasil ujian lisan. Bila perlu, anda meminta pendapat kepada siswa tentang hasil yang mereka peroleh, apakah mereka merasa puas atau tidak terhadap hasil ujiannya (kegiatan refleksi).
  • Berikan feedback saat itu juga. Upayakan feedback yang diberikan konstruktif  agar mampu mendorong dan memotivasi siswa untuk memperbaiki kelemahannya.
  • Berikan reward  (pujian) bagi anak yang mampu menjawab pertanyaan dengan baik, untuk meningkatkan kepercayaan dirinya dalam berkomunikasi.
  • Komunikasikan hasilnya kepada orang tua siswa, dan lakukan remedial jika di perlukan sesegera mungkin.

Contoh soal ulangan lisan SD kelas 5, tema 3/sub tema 2 dapat anda unduh di sini. (Ulangan Lisan tema3 Sub tema-2)

Semoga Bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s