Made Nuryadi

Belajar dan Berbagi Seputar Dunia Pendidikan

TIPS UNTUK ORANG TUA DALAM MEMILIH SEKOLAH YANG BERKUALITAS.

Sekolah yang berkualitasLima tahun terakhir ini, saya mengamati antusias orang tua untuk melanjutkan putra/putrinya sekolah di luar (ke kota besar) cukup tinggi. Banyak dari mereka harus memilih meninggalkan Sorowako demi mendampingi anaknya. Orang tua bahkan tega untuk melepaskan anaknya yang baru tamat SD, entah apa alasannya, padahal di sekolah YPS tersedia sampai jenjang SMA, bahkan digratiskan oleh perusahaan. Tentunya orang tua punya alasan dan ekspektasi bagi pendidikan anaknya. Menyekolahkan anak di luar adalah pilihan bagi orang tua, itu hak orang tua yang harus di hargai. Penomena ini sesungguhnya mengajak diri untuk melakukan refleksi “sudah sejauhmanakah sekolah saya dapat menjawab ekspektasi orang tua terhadap pendidikan anaknya”.

Atas dasar penomena di atas, saya merasa tergugah untuk menuliskan indikator sekolah yang berkualitas, yang mungkin berguna bagi orang tua sebagai bahan pertimbangan dalam memilih sekolah bagi putra/putrinya. Tentu untuk memilih sekolah yang berkualitas tidaklah mudah, indikatornya bukan hanya tampilan luar, seperti: gedungnya megah, tempatnya strategis, dan sarananya lengkap.   Berbagai indikator harus di amati, indikator-indikator kualitas berikut ini merangkum penemuan-penemuan berbagai riset yang mempelajari keberadaan-keberadaan sekolah yang sukses. Berikut indikator sekolah yang berkualitas:

Lingkungan sekolah yang baik.

  • Lingkungan fisik sekolah rapi, teratur dan menarik.
  • Memungkinkan fleksibelitas dalam pengaturan atau tata ruang kelas.
  • Siswa-siswa terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan langsung
  • Mempelajari sumber-sumber tambahan pembelajaran sekunder, seperti ekskul yang bervariasi.

Lingkungan pembelajaran yang aman dan mendukung

  • Penggunaan humor yang tepat
  • Peraturan-peraturan ditetapkan dengan adil dan konsisten
  • Siswa diberi kesempatan mendapatkan bantuan ekstra yang diperlukan.
  • Guru memperlakukan siswa dengan sopan.
  • Guru memanggil siswa dengan menyebut namanya masing-masing.
  • Guru mengawasi keadaan kelas dan berkeliling mengintari kelas

Kegiatan kolaborasi

  • Pengajaran berpusat pada siswa, bukan pada guru.
  • Disediakan waktu untuk saling berinteraksi dengan siswa lain.
  • Terdapat rasa ikatan komunitas antar siswa.
  • Kolaborasi atau kerjasama antara sekolah-rumah terpelihara.
  • Diberikan kesempatan pada siswa untuk belajar dalam kelompok.

Penggunaan waktu

  • Guru membuat peraturan-peraturan kelas yang efesien untuk menangani tugas-tugas harian.
  • Siswa – siswa dilibatkan untuk menjaga kedisiplinan kelas.
  • Interupsi dan gangguan diminimalisasi.
  • Siswa diberi alokasi waktu yang cukup untuk memproses tugas-tugas belajar secara total.
  • Guru mengadaptasi pelajaran disesuaikan dengan tingkat energi siswa.

Pilihan

  • Siswa-siswa terlibat dalam pengambilan keputusan.
  • Terdapat berbagai pilihan dalam kegiatan pembelajaran.
  • Diterapkan berbagai mancam teknik,  metode, dan strategi pengajaran.
  • Guru peka terhadap perbedaan cara siswa belajar

Bahan pelajaran yang bermakna

  • Relevan, diberikan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari
  • Bahan pelajaran baru berhubungan dengan ilmu yang dimiliki siswa sebelumnya.
  • Bahan pelajaran sesuai dengan usia dan perkembangan siswa
  • Guru menunjukkan antusias terhadap pelajaran yang disampaikannya
  • Suasana belajar membuat siswa merasa tertantang untuk belajar
  • Lebih menekankan cara berpikir kritis dari pada hanya sekedar mencari jawaban yang benar
  • Keingintahuan,keunikan, dan daya tarik ditanamkan dalam kegiatan pembelajaran.

Umpan balik berkesinambungan

  • Kesalahan dianggap sebagai kesempatan belajar.
  • Guru mendengarkan siswa
  • Guru memberikan komentar-komentar positif, bukan komentar-komentar negatif.
  • Mendorong timbulnya umpan balik kontruktif pada siswa.
  • Menekankan tumbuhnya motivasi instrinsik (dari dalam diri siswa), bukan motivasi ekstrinsik (datang dari luar)

Penilaian

  • Guru dengan jelas memberitahukan ekspektasinya terhadap siswa
  • Pembelajaran dinilai dengan berbagai macam cara, bukan hanya ulangan harian saja.
  • Penguasaan atau pemahaman terhadap materi pelajaran lebih dihargai daripada hafalan.
  • Siswa didorong untuk menilai kinerjanya masing-masing.
  • Siswa memiliki beberapa pilihan dalam teknik teknik penilaian.

Semoga indikator-indikator di atas bisa dijadikan pertimbangan bagi orang tua siswa dalam memilih sekolah yang berkualitas.

Sumber buku:

Ronal L. Partin. 2012. Kiat Nyaman Mengajar di Dalam Kelas. Edisi Ketiga. PT Indeks. Jakarta.

Jhon W. Santrock. 2007. Psikologi Pendidikan. Edisi kedua. Kencana Prenada Media Group. Jakarta

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s