Made Nuryadi

Belajar dan Berbagi Seputar Dunia Pendidikan

Guru Sebagai fasilitator, Bukan Seorang Diktator

Menghadirkan Expert (ahli) ke Ruang Kelas

Belajar dari ibu Siska Sofita dan Dr Hery Hermas.

Pembelajaran Berbasis AhliIMG_0653IMG_0655IMG_0666Seiring dengan bergesernya pendekatan pembelajaran dewasa ini, konsep guru sebagai seorang fasilitator semakin ngetren dikalangan dunia pendidikan. FASILITATOR secara sederhana didefenisikan sebagai orang yang bertugas untuk memfasilitasi, jika kita menghubungkannya dengan peran seseorang, maka tugas kita adalah memfasilitasi kepentingan orang tersebut. Dalam dunia pendidikan, guru dituntut sebagai fasilitator artinya guru bertindak sebagai seorang yang memfasilitasi kepentingan siswa sehingga apa yang diinginkan tercapai. Dengan kata lain guru sebagai fasilitator bermakna bahwa guru juga harus berfungsi sebagai pemberi fasilitas atau melakukan fasilitasi. Guru menjadi jembatan yang baik di depan para siswanya. guru harus dapat mengajak, merangsang, dan memberikan stimulus kepada siswa agar mampu mengoptimalkan kecerdasannya dan kecakapannya secara bebas, tetapi tetap bertanggung jawab.

Bagaimana bentuk implementasinya? pertanyaan ini seringkali mengkerutkan jidat guru, karena menjadi seorang fasilitator dalam pembelajaran tidak mudah, guru harus benar-benar berani mengubah paradigma pengajaran dari lebih bersifat ‘top-down’ menjadi hubungan kemitraan. Guru dalam posisi ‘top-down’ seringkali diposisikan sebagai ‘atasan’ sedangkan siswa sebagai ‘bawahan’, adanya pola ini menggiring guru untuk otoriter, tidak pernah salah, superior, satu-satunya sumber ilmu, sarat komando dan intruksi, sementara siswa sebagai ‘bawahan’ yang harus patuh kepada intruksi guru.

Peran guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran kurikulum 2013 semakin terasa, dan bahkan tertuang secara eksplisit pada buku siswa melalui kegiatan “ayo mencari tahu’. Guru ditantang untuk dapat memanfaatkan berbagai sumber belajar, seperti: buku, koran majalah, surat kabar, berita media, internet, lingkungan, bahkan menghadirkan expert (ahli) ke ruang kelas untuk mendapatkan materi atau sumber belajar yang kontekstual. Apakah guru sudah siap dengan tantangan ini? siap atau tidak, guru harus berusaha. Guru harus berani mengusik zona nyamannya dari seorang yang hanya menghandalkan buku siswa, menjadi seorang pembelajar sejati (continues learner) yang selalu haus ilmu pengetahuan, alias ‘rakus’ membaca. Di samping kesiapan guru, sekolah juga harus siap dan mendukung secara penuh. Kesiapan sekolah juga menjadi kunci berhasil atau tidaknya guru menjadi fasilitator dan agen pembelajaran, sebagai contoh, guru tidak akan mampu menyiapkan berbagai sumber belajar, jika di sekolah hanya disediakan buku cetak siswa dalam mengajar, tidak ada buku penunjang yang lain, tidak ada internet, bahkan kerjasama sekolah dengan pihak luar sebagai sumber belajar (seperti rumah sakit, kepolisian, pegawai pemerintahaan, pengusaha, dll) yang sangat minim.

Salah satu sumber belajar yang kontekstual adalah belajar dari lingkungan dan ahlinya. Memamfaatkan sumber belajar ini memberikan banyak manfaat, bukan saja dari segi materi pembelajaran, tetapi juga dapat menstimulus siswa untuk bereksplorasi dan semakin termotivasi. Sebagai contoh, ketika saya menghadirkan seorang ahli gisi dan dokter ke ruang kelas untuk membelajarkan siswa tentang”sistem predaran darah manusia, dan penyakit peredaran darah” (materi buku siswa kelas 5, tema 4, sub tema 2), siswa-siswa sangat antusias, mereka berani bertanya apa saja, bahkan diluar dugaan saya sebagai guru. Ternyata eksplorasi anak luar biasa, melebihi dari target materi yang ada di buku siswa. Menfasilitasi anak dengan cara ini, menjadi tuntutan pendekatan pendidikan masa kini. Beri mereka ruang untuk berekspresi dan bereksplorasi, maka mereka akan menjadi dirinya sendiri. Yuk…fasilitasi siswa-siswi kita untuk bereksplorasi! guru bukan lagi satu-satunya sumber ilmu. Kemampuan guru  terbatas, untuk itu mari berkreatifitas untuk mengakomodir kebutuhan mereka agar tidak menjadi generasi yang usang.

Mau tahu materi apa yang disampaikan oleh Ibu Siska Sofita dan Dr Hery Herman, yuk…download di sini!

Sistem Peredaran DarahSistem Peredaran Darah.2014

Semoga bermanfaat.

By Made Nuryadi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s